Wednesday, May 18, 2011


Anak-anak yang tidur dengan lampu menyala akan berisiko mengidap leukemia. Para ilmuwan menyatakan bahawa tubuh perlu suasana gelap untuk menghasilkan bahan kimia bagi melawan kanser. Bahkan ketika menyalakan lampu tandas, lampu tidur, lampu-lampu jalanan dan sebagainya dapat menghentikan penghasilan bahan melatonin.


Tubuh memerlukan bahan kimia untuk mencegah kerosakan DNA dan ketiadaan bahan melatonin tersebut akan menghentikan asid lemak menjadi tumor dan mencegah pertumbuhannya.


Prof. Russle Reiter dari Texas University yang memimpin penelitian tersebut mengatakan “Sekali anda tidur dan tidak mematikan lampu selama 1 minit, otak anda segera mengesan bahawa lampu menyala seharian dan penghasilan bahan melatonin menurun”.


Jumlah anak-anak yang mengidap leukimia meningkat dua kali ganda dalam kurun 40 tahun terakhir. Sekitar 500 anak muda dibawah 15 tahun didiagnosis menderita penyakit ini setiap tahun dan sekitar 100 orang meninggal.


Sebuah persidangan berkaitan tentang anak penderita leukimia diadakan di London menyatakan bahawa mereka menderita kanser akibat terlalu lama memasang lampu waktu tidur di malam hari berbanding dengan yang tidak pernah memakai lampu waktu tidur.


Hal ini menekan penghasilan melatonin di mana secara normalnya terjadi antara jam 9 malam s/d jam 8 pagi. Penelitian terdahulu telah menunjukkan bahawa orang-orang yang paling mudah diserang adalah para pekerja shif yang memiliki risiko terkena kanser payudara.


Pada kenyataannya, Orang-orang buta tidak terdedah terhadap melatonin dan memiliki risiko yang lebih rendah untuk mengidap kanser. Maka para ibu bapa disarankan untuk menggunakan lampu tidur yang suram berwarna merah atau kuning jika anak-anaknya takut pada kegelapan.



Maha suci Allah yang menciptakan malam dan siang di mana waktu malam itu dijadikanNya gelap gelita supaya hamba-hambaNya dapat merehatkan tubuh badan yang penat bekerja di siang hari. Begitulah fitrah kejadian manusia di mana Allah Maha Mengetahui apa keperluan hamba-hambaNya kerana  Dialah yang menciptakan kita semua.....Maka nikmat TuhanMu yang mana engkau dustakan...Wallahu'alam


P/S: Lepas ni pakat-pakat le kita tidur tutup lampu.....^^

Sumber :
timetotalks.blogspot.com

Posted on Wednesday, May 18, 2011 by Qalam Sufi

2 comments

Thursday, May 5, 2011

 Assalamualaikum dan salam sejahtera…

“LAA ILAHA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINALZHAALIMIIN”

Hayati kandungannya

Bismillahirrahmanirrahim.


Artikel ni agak panjang, tapi banyak pengetahuan dan manfaat untuk kita,insya Allah…


Bila Paderi Terpaksa Buka Rahsia


Ada seorang pemuda Arab yang baru saja menyelesaikan kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan
dia mampu mendalaminya. Selain belajar,dia juga seorang jurudakwah Islam. Ketika berada di Amerika, dia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah s.w.t. memberinya hidayah masuk Islam. 


Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar dia turut masuk ke dalam gereja. Mula mula dia keberatan, namun kerana desakan akhirnya pemuda itu pun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka.


Ketika paderi masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk. Di saat itu, si paderi agak terbeliak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, “Di tengah kita ada seorang Muslim. Aku harap dia keluar dari sini.” Pemuda Arab itu tidak bergerak dari tempatnya. Paderi tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun dia tetap tidak bergerak dari tempatnya. Hingga akhirnya paderi itu berkata, “Aku
minta dia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya. ” Barulah pemuda ini beranjak keluar.


Di ambang pintu, pemuda bertanya kepada sang paderi, “Bagaimana anda tahu bahawa saya seorang Muslim?” Paderi itu menjawab, “Dari tanda yang terdapat di wajahmu.” Kemudian dia beranjak hendak keluar. Namun, paderi ingin memanfaatkan kehadiran pemuda ini dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memalukan pemuda tersebut dan
sekaligus mengukuhkan agamanya. Pemuda Muslim itupun menerima tentangan debat tersebut.


Paderi berkata, “Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat. ” Si pemuda tersenyum dan berkata, “Silakan!” Sang paderi pun mulai bertanya, 


“Sebutkan satu yang tiada duanya, dua yang tiada tiganya, tiga yang tiada empatnya, empat yang tiada limanya, lima yang tiada enamnya, enam yang tiada tujuhnya, tujuh yang tiada lapannya, lapan yang tiada sembilannya, sembilan yang tiada sepuluhnya, sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh, sebelas yang tiada dua belasnya, dua belas yang tiada tiga belasnya, tiga belas yang tiada empat belasnya.”


“Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh! Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya? Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam syurga? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!”


“Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diazab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api? Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang diazab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?” 


“Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar! Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?” 


Mendengar pertanyaan tersebut, pemuda itu tersenyum dengan keyakinan kepada Allah. Setelah membaca “Bismillah.. .” dia berkata,


-Satu yang tiada duanya ialah Allah s.w.t..

-Dua yang tiada tiganya ialah Malam dan Siang. Allah s.w.t. berfirman, “Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami).” (Al-Isra’: 12).

-Tiga yang tiada empatnya adalah kesilapan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.

-Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur’an.

- Lima yang tiada enamnya ialah Solat lima waktu.

-Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah Hari ketika Allah s.w.t. menciptakan makhluk.

-Tujuh yang tiada lapannya ialah Langit yang tujuh lapis. Allah s.w.t. berfirman, “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.” (Al-Mulk: 3).

-lapan yang tiada sembilannya ialah Malaikat pemikul Arsy ar-Rahman Allah s.w.t. berfirman, “Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu lapan malaikat menjunjung ‘Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka.” (Al-Haqqah: 17).

-Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu’jizat yang diberikan kepada Nabi Musa yaitu: tongkat, tangan yang bercahaya, angin taufan, musim kelaparan, katak, darah, kutu dan belalang.*

-Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah Kebaikan. Allah s.w.t. berfirman, “Barang siapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat.” (Al-An’am: 160).

-Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah Saudara-Saudara Nabi Yusuf .

-Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah Mu’jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah, “Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, “Pukullah batu itu dengan tongkatmu.” Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air.” (Al-Baqarah: 60).

-Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah Saudara Nabi Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.

-Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Subuh. Allah s.w.t. berfirman, “Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing. ” (At-Takwir: 18).

-Kuburan yang membawa isinya adalah Ikan yang menelan Nabi Yunus AS.

-Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam syurga adalah saudara-saudara Nabi Yusuf, yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, “Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlumba-lumba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala.” Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, “Tak ada cercaan terhadap kamu semua.” Dan ayah mereka Ya’qub berkata, “Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Yusuf:98)

-Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara Keldai. Allah s.w.t. berfirman, “Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keldai.” (Luqman: 19).

-Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapa dan ibu adalah Nabi Adam, Malaikat, Unta Nabi Shalih dan Kambing Nabi Ibrahim.

-Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diazab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah s.w.t. berfirman, “Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.” (Al-Anbiya’: 69).

-Makhluk yang terbuat dari batu adalah Unta Nabi Shalih, yang diazab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ashabul Kahfi (penghuni gua).

-Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah Tipu Daya Wanita, sebagaimana firman Allah s.w.t. “Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar.” (Yusuf: 28).

-Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah Tahun, Ranting adalah Bulan, Daun adalah Hari dan Buahnya adalah Solat yang
lima waktu, Tiga dikerjakan di malam hari dan Dua di siang hari.


Paderi dan para hadirin merasa takjub mendengar jawapan pemuda Muslim tersebut. Kemudian dia pun mula hendak pergi. Namun dia mengurungkan niatnya dan meminta kepada paderi agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh paderi.


Pemuda ini berkata, “Apakah kunci syurga itu?” Mendengar pertanyaan itu lidah paderi menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rupa wajahnya pun berubah. Dia berusaha menyembunyikan kekuatirannya, namun tidak berhasil. Orang-orang yang hadir di gereja itu
terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun dia cuba mengelak.


Mereka berkata, “Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya dia jawab, sementara dia hanya memberi cuma satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya! “


Paderi tersebut berkata, “Sesungguhnya aku tahu jawapannya, namun aku takut kalian marah.” Mereka menjawab, “Kami akan jamin keselamatan anda.

Paderi pun berkata, “Jawapannya ialah: Asyhadu An La Ilaha Illallah, Wa
Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah. “


Lantas paderi dan orang-orang yang hadir di gereja itu terus memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugerahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda Muslim yang bertakwa.**

Posted on Thursday, May 05, 2011 by Qalam Sufi

2 comments


Apabila dilihat gambar ini, kita tidak menolak kemungkinan bahawa gambar ini di'edit. Saya akan ajukan pandangan saya, apa sebenarnya tujuan Amerika mengatakan Osama telah mati?


Osama difitnah sebagai perancang perstiwa 11 september. Padahal, kajian membuktikan bahwa tidak mungkin orang Islam yang melakukan perkara itu kerana orang Islam tidak mampu melakukan perkara seperti itu, disamping Islam tidak mengajar kelakuan ganas seperti itu. Banggunan itu sebenarnya diruntuhkan sendiri oleh Amerika untuk menfitnah Osama sebagai terrorist, yakni menfitnah Islam mengajar umatnya menjadi terrorist. Amerika sebenarnya ingin menutup mata dunia, sebenarnya merekalah terrorist, mereka membunuh jutaan nyawa umat Islam, merogol wanita-wanita, membakar rumah orang awam, mengebom masjid-masjid, menghina agama orang lain, dan 1001 keganasan lagi dilakukan terhadap Islam.


Untuk menutup mata dunia terhadap keganasan mereka, Amerika menfitnah bahawa Islam lah terrorist, dan mendakwa merekalah hero dunia yang menyelamatkan dunia daripada keganasan Islam. Padahal Islamlah hero dunia yang menyelamatkan dunia daripada keganasan Amerika.


Osama dijadikan simbol terrorist. Selagimana osama hidup, selagi itulah Amerika bebas menyerang negara-negara Islam untuk membunuh terrorist. Walhal, boleh jadi Osama telah mati lama sudah, namun dikatakan masih hidup untuk membolehkan Amerika menyerang Islam lagi..


Apabila Amerika mengatakan terrorist telah tiada (Osama telah mati), bermakna mereka tidak boleh menyerang Islam lagi selepas ini kerana sudah tiada terrorist. Mengapakah mereka tidak mahu menyerang Islam lagi? Kerana Amerika tidak mampu mengalahkan Islam dgn peperangan! Amerika sudah lemah untuk menghadapi Islam melalui peperangan, mereka telah lemah dan akan jatuh.. Zaman pemerintahan Amerika terhadap dunia akan bertukar kepada Israel. Amerika sudah hilang zaman kegemilangannya, hilang kekuatannya. Oleh itu, mereka pencen daripada melakukan kerja-kerja memerangi Islam.


Tahun 2012 merupakan zaman kejatuhan Amerika, pemerintahan dunia akan beralih kepada Israel, setelah Israel memrintah dunia, maka akan berlaku perang jihad terhadap Israel (yahudi) sepertimana yang sudah termaktub dalam hadis bahawa dunia ini tidak akan qiamat sehinggalah umat Islam berjihad terhadap orang yahudi dan Islam menang ke atas yahudi.


Setelah Amerika lemah, maka Israel akan mengambil alih tugas Amerika memerintah dunia, maka berlakulah perang jihad terhadap Israel, dan Israel akan jatuh. Seterusnya dunia akan dipimpin oleh Islam..


Maka tertegaklah semula khilafah Islam. Sekalipun jika benar Osama telah terbunuh, jihad akan terus berlangsung pada setiap zaman kerana ia wajib dalam Islam, sehinggalah zaman terakhir, zaman Umat Islam berjihad memerangi dajjal dan tentera-tenteranya.

sumber : http://al-khattab93.blogspot.com

Posted on Thursday, May 05, 2011 by Qalam Sufi

No comments

Wednesday, May 4, 2011


Jadilah seorang lelaki yang beriman,
Yang hatinya disalut rasa taqwa kepada Allah,
Yang jiwanya penuh penghayatan terhadap Islam,

Yang sentiasa haus dengan ilmu,
Yang sentiasa dahaga akan pahala,
Yang solatnya adalah maruah dirinya,

Yang tidak pernah takut untuk berkata benar,
Yang tidak pernah gentar untuk melawan nafsu,
Yang sentiasa bersama kumpulan orang-orang yang berjuang di jalan Allah.

Jadilah seorang lelaki,
Yang menjaga tutur katanya,
Yang tidak bermegah dengan ilmu yang dimilikinya,
Yang tidak bermegah dengan harta dunia yang dicarinya,
Yang sentiasa berbuat kebajikan kerana sifatnya yang penyayang,
Yang mempunyai ramai kawan dan tidak mempunyai musuh yang bersifat jembalang.

Jadilah seorang lelaki,
 Yang menghormati ibu bapanya,
Yang sentiasa berbakti kepada orang tua dan keluarga,
Yang bakal menjaga kerukunan rumahtangga,
Yang akan mendidik isteri dan anak-anak mendalami Islam,
Yang mengamalkan hidup penuh kesederhanaan,
Kerana dunia baginya adalah rumah sementara menuju akhirat.

Jadilah seorang lelaki,
Yang sentiasa bersedia untuk menjadi imam,
Yang hidup di bawah naungan al-Quran dan mencontohi sifat-sifat Rasulullah,
Yang boleh diajak berbincang dan berbicara,
Yang menjaga matanya dari berbelanja,
Yang sujudnya penuh kesyukuran dengan rahmat Allah ke atasnya.

Jadilah seorang lelaki,
Yang tidak pernah membazirkan masa,
Matanya kepenatan kerana membaca al- Quran,
Suaranya lesu kerana penat berzikir,
Tidurnya lena dengan cahaya keimanan,
Bangunnya Subuh penuh kecergasan,
Kerana sehari lagi usianya bertambah kematangan.

Jadilah seorang lelaki,
Yang sentiasa mengingati mati,
Yang baginya hidup di dunia adalah ladang akhirat,
Yang mana buah kehidupan itu perlu dibaja dan dijaga,
Agar berputik tunas yang bakal menjaga baka yang baik,
Meneruskan perjuangan Islam sebelum hari kemudian.

Jadilah seorang lelaki,
Yang tidak terpesona dengan buaian dunia,
Kerana dia mengimpikan syurga Allah.

Jom Tutup Aurat dan jaga akhlak

Posted on Wednesday, May 04, 2011 by Qalam Sufi

No comments


Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta, hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata "Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya". Setiap pagi Rasulullah s.a.w. mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah s.a.w. menyuap makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah s.a.w melakukannya hingga menjelang Nabi Muhammad s.a.w. wafat. Setelah kewafatan Rasulullah s.a.w. tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.


Suatu hari Abu bakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada anaknya, "Anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan", Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, "Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja". "Apakah itu?", tanya Abu bakar r.a. Setiap pagi Rasulullah s.a.w. selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana", kata Aisyah r.ha.


Ke esokan harinya Abu bakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abu bakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abu bakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, "Siapakah kamu ?". Abu bakar r.a menjawab, "Aku orang yang biasa". "Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", jawab si pengemis buta itu. Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri", pengemis itu melanjutkan perkataannya.


Abu bakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah s.a.w. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abu bakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abu
bakar r.a.

Posted on Wednesday, May 04, 2011 by Qalam Sufi

No comments


Ada satu golongan yang dikenali sebagai sufi. Empat tafsiran diberikan kepada istilah sufi. Ada yang melihatnya pada keadaan zahir mereka memakai baju bulu yang kasar. Bulu dalam bahasa Arab ialah suf. Dari perkataan ini mereka dipanggil sufi. Yang lain melihat kepada kehidupan mereka yang bebas daripada kekacauan dunia ini serta kedamaian dan ketenteraman mereka, keadaan yang sesuai dengan bahasa Arab safa. Daripada perkataan safa itu timbul istilah sufi. Yang lain pula memandang lebih mendalam, kepada hati mereka yang suci murni dan bebas daripada apa sahaja kecuali Zat Allah. Dalam bahasa Arab safi bererti kesucian hati dan dari perkataan itu dikatakan timbul istilah sufi. Yang lain memanggil mereka sufi kerana mereka hampir dengan Allah dan akan berdiri di barisan pertama di hadapan Allah pada hari kiamat. Saff dalam bahasa Arab bermakna barisan.


Terdapat empat alam, empat dunia.  
Pertama ialah alam atau dunia jirim - tanah, air, api dan angin merupakan jirim dalam alam ini.  

Kedua ialah alam makhluk rohani - malaikat, jin, mimpi dan kematian, ganjaran Allah - lapan syurga dan keadilan Allah - tujuh neraka.
 
Ketiga ialah alam huruf, nama-nama indah bagi sifat-sifat Allah, dan Loh Tersembunyi (Loh Mahfuz) yang menjadi sumber kepada perintah-perintah Allah. 

Keempat ialah alam Zat Allah Yang Maha Suci, alam yang tidak boleh digambarkan atau dihuraikan kerana pada alam ini atau tahap ini tidak ada perkataan, nama-nama, sifat-sifat atau persamaan. Tiada siapa kecuali Allah mengetahuinya.


Terdapat pula empat jenis ilmu. Pertama ilmu tentang peraturan-peraturan Allah, dan berhubung dengan aspek lahir kehidupan dunia ini. Kedua ialah ilmu kerohanian, pengetahuan batin tentang sebab dan akibat. Ketiga ialah ilmu tentang jiwa, roh, mengenal diri dan melaluinya pengetahuan tentang ketuhanan diperolehi. Akhirnya ilmu tentang kebenaran atau hakikat.


Roh juga ada empat jenis,1.roh kebendaan, 2.roh yang arif, 3.roh yang memerintah (roh sultan) dan 4.roh kudus (roh suci).


Yang zahir, kenyataan bagi Pencipta, juga ada empat jenis. Pertama ialah kenyataan di dalam rupa, bentuk, warna, seumpama gubahan-Nya. Kedua ialah kenyataan perbuatan dan tindak balas dalam perkara yang berlaku. Ketiga ialah kenyataan dalam sifat-sifat, bakat-bakat, perangai-perangai sesuatu. Akhirnya kenyataan bagi zat-Nya.


Akal atau daya menimbang juga ada empat jenis:Pertama akal yang menguruskan soal-soal kehidupan duniawi, kedua akal yang menimbang dan memikirkan soal-soal akhirat, ketiga akal bagi roh yang bertugas dalam bidang makrifat dan akhirnya akal yang meliputi.


Perkara yang dibincangkan juga ada empat jenis. Empat jenis ilmu, empat jenis roh, empat jenis penzahiran (kenyataan) dan empat jenis akal. Ada orang yang berada pada tahap pertama ilmu, roh, kenyataan dan akal. Mereka adalah penghuni syurga pertama yang dipanggil syurga yang menjadi tempat kembali yang mensejahterakan, iaitu syurga keduniaan. Mereka yang berada pada tahap kedua ilmu, roh, kenyataan dan akal tergolong ke dalam syurga yang lebih tinggi, taman kesukaan dan kesenangan kurniaan Allah kepada makhluk-Nya, syurga di dalam alam malaikat.. Sebahagian manusia yang mencapai tahap ketiga ilmu, roh, kenyataan dan akal (makrifat) berada di dalam syurga peringkat ketiga, syurga langit-langit, syurga nama-nama dan sifat-sifat Ilahi dalam alam keesaan.


Namun, mereka yang mencari dan terikat dengan ganjaran Allah, walaupun syurga, tidak dapat melihat hakikat sebenar dalam diri mereka dan dalam benda-benda di sekeliling mereka. Mereka yang arif, yang mencari hakikat, mereka yang mencapai suasana sebenar sufi, suasana keinginan menyeluruh - tidak inginkan sesuatu apa pun kecuali Allah, berhajat kepada Allah sahaja - meninggalkan segala-galanya dan tidak mencari apa-apa kecuali yang hak. Mereka temui apa yang mereka cari dan masuk ke dalam alam yang hak, dan kehampiran dengan Allah, dan hidup semata-mata kerana Zat Allah, tidak kerana yang lain.


Ini sesuai dengan perintah Allah, "Carilah keselamatan dengan Allah" dan ikut nasihat Nabi s.a.w, "Kedua-dua dunia dan akhirat terlarang bagi orang yang mencintai Allah". Nabi s.a.w tidak memaksudkan kedua-dua dunia dan akhirat dihukumkan haram. Apa yang baginda maksudkan ialah orang yang berkehendak menemui Allah menyekat keinginan hawa nafsunya, egonya, kasih sayang dan cita-citanya kepada dunia dan akhirat.


Pencari yang hak memberi alasan: Dunia ini adalah ciptaan dan kita juga ciptaan. Semua yang dicipta berhajat kepada Pencipta. Bagaimana mungkin yang berhajat meminta kepada yang berhajat juga. Apa lagi jalan bagi yang diciptakan kecuali mencari Pencipta.


Allah berfirman melalui Rasul-Nya, "Kecintaan-Ku, Wujud-Ku, adalah kecintaan mereka kepada-Ku".

Nabi s.a.w bersabda, "Keadaanku yang sangat berhajat, kemiskinanku, adalah kemegahanku". Keadaan yang sangat berhajat dan kecintaan kepada Allah menjadi asas kepada pencarian sufi. Keadaan kemiskinan yang menjadi kebanggaan Nabi s.a.w bukanlah kekurangan sesuatu berbentuk keduniaan atau kebendaan. Ia adalah pelepasan segala-galanya kecuali keinginan kepada Zat Allah. Ia adalah segala sesuatu- bukan sahaja yang di dalam dunia ini, malah yang dijanjikan di akhirat juga - dan lantaran itu suasana berhajat sepenuhnya untuk dipersembahkan kepada Allah.


Inilah keadaan yang membawa seseorang kepada kekosongan atau ketiadaan diri, lenyap di dalam zat Allah. Ia adalah mengosongkan diri seseorang daripada apa sahaja kecuali cinta Allah. Kemudian hati menjadi bernilai atau layak untuk menerima janji Allah, "Aku tidak dapat ditanggung oleh langit dan bumi tetapi layak ditanggung oleh hati hamba-hamba-Ku yang beriman".


Hamba yang beriman adalah yang melepaskan apa sahaja kecuali Yang Esa dari hatinya. Bila hati sudah disucikan, Allah melapangkannya dan memuatkan Diri-Nya ke dalamnya. Bayazid Bustami menggambarkan keluasan hatinya dengan katanya, "Jika segala yang maujud di dalam dan di sekeliling arasy, keluasan semua ciptaan Allah, diletakkan di penjuru hati manusia sempurna dia tidak akan merasai beratnya".


Begitulah keadaan kekasih Allah. Kasihilah mereka dan sentiasalah bersama mereka kerana yang mencintai akan bersama-sama yang dicintai pada hari akhirat nanti. Tanda kecintaan itu ialah mencari kehadiran bersama-sama mereka, berkehendak mendengar perkataan mereka, dan dengan pandangan serta perkataan mereka, dapat merasakan kerinduan terhadap Allah Yang Maha Tinggi.


Allah berfirman melalui Nabi-Nya, "Aku merasai kerinduan para hamba-Ku yang beriman, yang baik-baik, hamba yang sejati, terhadap Diri-Ku dan Aku juga merindui mereka".


Kekasih Allah kelihatan berbeza daripada orang lain, kelakuan dan tindakan mereka juga berbeza. Pada peringkat permulaan, ketika masih baharu, tindakan mereka kelihatan seimbang antara baik dengan buruk. Bila mereka maju lagi dan sampai kepada peringkat pertengahan, perbuatan mereka penuh dengan manfaat. Dalam semua hal kebaikan yang keluar melalui mereka bukan sahaja dalam ketaatan mereka mematuhi perintah Allah dan peraturan agama, tetapi juga dalam perbuatan yang mengandungi puncak kebahagiaan dan bersinar dengan cahaya kepada maksud bagi yang zahir.


Mereka seolah-olah dipakaikan dengan pakaian daripada cahaya yang berwarna warni yang memancar daripada mereka menurut makam mereka.


Apabila mereka dapat mengalahkan ego mereka dan kejahatan nafsu yang rendah dengan berkat kalimah tauhid "La ilaha illa Llah" dan sampai kepada kewujudan yang boleh membezakan antara yang hak dengan yang batil, yang benar dengan yang salah, cahaya biru langit memancar keluar daripada mereka.


Bila dalam peringkat tersebut, dengan pertolongan dan ilham dari Allah, mereka berpindah sepenuhnya ke dalam kebaikan dan meninggalkan kejahatan keseluruhannya, cahaya merah membungkus atau membaluti mereka.


Dengan berkata nama Allah - HU - nama itu tiada yang lain kecuali yang hak dapat menceritakannya, mereka sampai kepada peringkat dipersucikan daripada segala sifat-sifat keji dan perbuatan jahat dan menemui suasana tenang dan aman, kemudian cahaya hijau keluar daripada mereka.


Bila semua ego dan keinginan, bila semua kehendak diri sendiri dihapuskan melalui berkat HAQ, yang sebenarnya, dan bila mereka menyerahkan kehendak mereka kepada kehendak Allah dan reda dengan apa juga yang datang daripada-Nya, warna mereka berubah menjadi cahaya putih.


Inilah gambaran orang-orang sufi daripada peringkat permulaan mereka di dalam perjalanan sampailah kepada peringkat pertengahan. Tetapi seseorang yang sampai kepada perbatasan peringkat ini tidak mempunyai bentuk atau warna. Dia menjadi seolah-olah sinaran cahaya matahari. Cahaya matahari tidak berwarna. Sufi yang sampai kepada makam yang paling tinggi tidak mempunyai kewujudan untuk membalikkan cahaya atau warna. Jika ada, warnanya ialah hitam, yang menyerap semua warna. Inilah tanda keadaan fana


Orang ramai yang melihat kepadanya, keadaan yang tiada warna ini, kelihatan gelap, menjadi tabir menutupi cahaya makrifat yang dia miliki, seperti malam menutupi sinaran matahari. Allah berfirman:

"Dan Kami jadikan malam itu (sebagai) pakaian. Dan Kami jadikan siang itu tempat penghidupan". (Surah Nabaa, ayat 10 , 11).

Bagi mereka yang sampai kepada hakikat atau intipati akal dan ilmu, ada tanda dalam ayat di atas.


Mereka yang sampai kepada kebenaran (hakikat) ketika di dalam dunia ini merasakan seolah-olah di penjarakan di sini di dalam bilik kurungan di bawah tanah yang gelap. Mereka menghabiskan hayat mereka di dalam kesusahan dan kesengsaraan. Mereka menanggung kesusahan yang besar, tekanan-tekanan keadaan, di dalam dunia yang gelap sepenuhnya. Nabi s.a.w bersabda, "Dunia ini adalah penjara bagi orang beriman". Seperti yang baginda s.a.w khabarkan percubaan yang paling besar menimpa para nabi, kemudian yang hampir dengan Allah, kemudian dengan kadar menurun mengikut kadar seseorang itu  mahu menghampiri Allah. Jadi, adalah sesuai bagi sufi memakai pakaian hitam dan mengikat serban hitam di kepalanya, kerana ia adalah pakaian orang yang bersedia menempuh kesusahan dan kesakitan di dalam perjalanan ini.


Di dalam kenyataan, hitam adalah pakaian paling sesuai bagi mereka yang berkabung kerana kehilangan kemanusiaan dan kewujudan diri mereka. Ramai manusia yang kehilangan anugerah yang berharga kerana kecuaian, sesuai hanya untuk kemanusiaan, bagi mereka yang sedar, bagi yang boleh melihat kebenaran, enggan itu membunuh kehidupan abadi dengan tangan mereka sendiri. Membuang kasih Ilahi yang kerinduan di dalam hati mereka, memisahkan diri mereka enggan roh suci, mereka hilang kesempatan untuk kembali kepada asal mereka, kepada penyebab. Walaupun mereka tidak mengetahuinya, merekalah yang menderita bala yang paling besar. Jika mereka sedar yang mereka sudah kehilangan segala nikmat akhirat, kehidupan abadi, mereka tentunya memakai pakaian hitam, pakaian berkabung. Janda yang kematian suami berkabung selama empat bulan sepuluh hari. Ini adalah berkabung kerana kehilangan sesuatu di dalam dunia. Orang yang kehilangan kebaikan hidup yang abadi seharusnya berkabung secara abadi juga.


Nabi s.a.w bersabda, "Mereka yang ikhlas sentiasa berada di tepi bahaya besar". Betapa tepat gambaran ini mengenai orang yang terpaksa berjalan berjingkit-jingkit dengan penuh kewaspadaan! Tetapi inilah suasana sufi yang meninggalkan kewujudan dirinya dan berada di dalam alam fana. Kefakirannya terhadap dunia ini yang ditinggalkannya dan hajatnya yang penuh kepada Allah sangat besar, dan dia melepasi kemanusiaan sebagai keindahan yang bersangatan.


Mereka yang memperolehi penyaksian kepada yang hak, setelah menyaksikan keindahan kebenaran itu, tidak ingin melihat yang lain lagi. Mereka tidak boleh melihat kecintaan dan kerinduan kepada apa sahaja. Bagi mereka, Allah jualah yang menjadi yang dikasihi, hanya Dia yang wujud. Begitulah keadaan mereka di dalam kedua-dua alam. Itulah satu-satunya matlamat mereka. Akhirnya mereka menjadi insan, dan Allah ciptakan insan supaya mengenali-Nya, supaya mencapai Zat-Nya.


Menjadi kewajipan bagi setiap orang untuk mencari dan mengenali atau mengetahui tujuan dia diciptakan dan menghayati maksud tujuan tersebut, kewajipan yang mereka tanggung di dalam dunia ini dan di akhirat, supaya mereka tidak habiskan usia mereka di dalam kerugian, agar mereka tidak menyesal selama-lamanya di akhirat - dibungkus, lemas di dalam kerinduan yang akan mereka sedari akhirnya di dalam penyesalan yang abadi.

Posted on Wednesday, May 04, 2011 by Qalam Sufi

No comments